29 Oktober 2023

REVERSE ENGINEERING: TRANSFORMATOR FREKUENSI ANTARA 455 kHz

 

Bram Palgunadi




Proses 'reverse engineering' kedua yang dilakukan, setelah selesainya proses 'reverse engineering' pertama, yang dilakukan dalam rangka menghitung-ulang, mendisain-ulang, serta membuat transformator frekuensi antara 3,0 MHz; adalah proses 'reverse engineering' yang dilaksanakan untuk membuat suatu transformator frekuensi antara 455 kHz. Pelaksanaannya tak biasa, dan mungkin bisa membuat Anda sebagai pebaca tercengang, jika melihat dimensi fisik transformator frekuensi antara yang dihasilkan. Tetapi, itu semua, tak lebih dan tak kurang, sebenarnya hanyalah merupakan konsekuensi logis dari keputusan kita, sebagai pembuat, dengan memperhitungkan, serta mempertimbangkan banyak hal, termasuk keterbatasan kita, terutama dalam penyediaan alat ukur yang diperlukan.

Pada experimen awal sebelumnya, digunakan koker potongan pipa PVC yang ukuran garis-tengah luarnya lebih kecil. Tetapi, ternyata diperlukan jumlah gulungan kawat tembaga untuk membuat kumparan transformator frekuensi antara yang jauh lebih banyak. Selain itu, fenomena 'kapasitansi liar antara gulungan' (inter wound capasitance) yang terjadi, ternyata sangat besar, sehingga membuat hasil perhitungan teoretis yang dilakukan menjadi meleset jauh. Umumnya, yang terjadi adalah frekuensi tengah yang dihasilkan, menjadi berubah bergeser ke arah bawah. Hal ini, disebabkan fenomena dihasilkannya 'kapasitansi liar antara gulungan' (inter wound capasitance) yang terjadi, relatif sangat besar, sehingga terjadi pergeseran frekuensi ke arah bawah. Hal ini, penyebabnya adalah nilai kapasitansi yang cenderung membesar.

Setelah ukuran garis-tengah koker yang digunakan untuk membuat kumparan transformator frekuensi antara diperbesar, sehingga mencapai ukuran garis-tengah luar (outer diameter, OD) sebesar 40 mm, maka fenomena terjadinya 'kapasitansi liar antara gulungan' (inter wound capasitance) berubah menjadi relatif kecil.



.

.

.
















Tidak ada komentar: